142 Penyuluh Agama Lampung Tengah Didorong Adaptif di Era Digital dan Tetap Moderat

$rows[judul] Keterangan Gambar : 142 Penyuluh Agama di Lampung Tengah Ikuti Menyuluhan (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM -

Gunungsugih. 


Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Lampung Tengah menggelar kegiatan Pembinaan Anggota PD IPARI, di aula Bensam Pesawaran, Kamis (07/05/26).

Kegiatan itu, menjadi momentum penguatan kapasitas, profesionalitas, serta solidaritas para penyuluh agama dalam menjalankan peran pembinaan umat di tengah dinamika masyarakat modern.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., Plh. Kepala Subbagian Tata Usaha, Kasi Bimas Islam, Ketua IPARI, Ketua Pokjaluh, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Lampung Tengah Ny. Siti Romadiyah Maryan Hasan beserta anggota, para pembina IPARI, dan seluruh anggota PD IPARI Lampung Tengah.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua PD IPARI Lampung Tengah, H. Rusdianto, SH.I., yang menyampaikan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya penyuluh agama agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan dakwah di era digital.


Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi antaranggota PD IPARI Lampung Tengah.

“Alhamdulillah kegiatan ini dihadiri sebanyak 142 anggota PD IPARI Lampung Tengah. Ini menunjukkan semangat dan komitmen bersama dalam memperkuat peran penyuluh agama di masyarakat,” ujar Rusdianto.

Kepala Kemenag Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan pembinaan kepada seluruh peserta. 

Dalam sambutan, ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menjaga harmoni dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.

Menurutnya, anggota PD IPARI harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan dengan terus mengedepankan nilai toleransi, kesejukan, serta sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Penyuluh agama harus hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat, memberikan edukasi keagamaan yang moderat, membangun harmoni, serta menjadi contoh dalam menjaga kerukunan,” tegas Maryan Hasan.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi penyuluh agama, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan tantangan sosial keagamaan yang terus berkembang.


(rls/zen)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)