Kepala SMKN 1 Terbanggibesar Gebrak Meja Diruang Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Lampung

$rows[judul] Keterangan Gambar : Tiga Pegawai yang Megadu ke Dinas Pe didikan Provinsi Lampung (aan/mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM - Bandarlampung.

Sikap tak terpuji kembali ditonjolkan Kepala SMK N 1 Terbanggibesar, Umi Tarsih saat proses mediasi yang digelar diruang Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, pada Jum'at (7/3/2024).

Hal itu terjadi, saat tiga orang mantan tenaga TU SMK N 1 Terbanggibesar, diundang ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyelesaikan perkara dugaan penggelapan gaji dan hutang sekolah yang dibebankan kepada Sumarni.

Saat proses mediasi berlangsung yang dihadiri Kacabdin Wilayah 6 Hartati, Kabid SMK Drs Sunardi M.Pd, Kepala SMK N 1 Terbanggibesar Umi Tarsih, serta beberapa pejabat dilingkungan dinas pendidikan provinsi Lampung,  dan 3 tenaga TU Sumarni, Hendriyadi dan Sri Wahyuni Dwi Silviana, sang kepala sekolah murka dan sempat menggebrak meja.

"Ya benar buk Umi sempat murka dan menggebrak meja, saat kami menguraikan proses terjadinya persoalan hutang sekolah. Kami sontak kaget dan sempat terjadi ketegangan diruang pak Kabid Sunardi. Buk Kacabdin Hartati juga sempat mau ngusir kami semua jika tidak kondusif," ucap Hendriyadi kepada media ini usai keluar ruang mediasi.

Menurutnya, kehadiran mereka kesana atas undangan via WhatsApp yang dikirimkan Lukman salah satu staf Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk dapat hadir pada Jum'at siang.

"Kami dapat chat wa untuk hadir proses mediasi. Dalam perjalanan kami berpikir akan ada titik terang atas kasus ini. Namun, yang terjadi saat mediasi justru debat dan tidak sesuai dengan harapan," jelasnya.

Hendriyadi dan kedua rekannya hanya meminta haknya berupa gaji dan klarifikasi pemecatan sepihak yang dilakukan sang kepsek, serta hutang yang dibebankan sebesar Rp.100 juta kepada Sumarni.

"Kami hanya minta hak, serta klarifikasi pemecatan sepihak. Namun, hingga pulang kami juga belum tahu kesepakatan dalam rapat itu seperti apa, sebab tidak tertulis dan hanya terkesan menceritakan kejadian saat itu," tutupnya.

(PANJI NUGRAHA) 

Sementara itu, Sekjen laskar Lampung Panji Nugraha AB., SH, menyayangkan sikap arogansi oknum kepala sekolah yang berani gebrak meja di ruang Kabid dengan gaya preman.

Dirinya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menindak tegas oknum yang tidak memiliki etika, terlebih itu diruang atasannya.

"Saya berharap pak Kadis dapat memberikan sanksi tegas kepada oknum kepsek, bila perlu dinonaktifkan untuk memberikan efek jera agar kedepan tidak lagi terjadi hal seperti ini," pungkasnya.


(aan putra)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)