Keterangan Gambar : Pipa Penyambung dari Sumur Bor dan KWH PLN Belum Terpasang (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Bekri
Sejumlah Warga Kesumadadi Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, mempertanyakan proyek Pengeboran dan Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah, Tahun Anggaran 2025 senilai Rp11,095 Miliar, dan pengerjaannya diduga tidak beres.
Pasalnya dua unit proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum, Dirjen Sumberdaya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) itu sampai sekarang belum selesai pengerjaannya. Padahal pekerjaan sudah dimulai sejak tanggal 8 Agustus 2025. Penyelesaian pekerjaan selama 141 hari. Proyek yang dibiayai APBN itu dikerjakan oleh PT. SRH.

Diduga ketidak beresan pekerjaan didua unit proyek itu antara lain, di bangunan SBP 208 dan SBP 209. Disini pipa penyambung dari Pompa utama ke pipa pembagian belum terpasang.
Selain itu, KWH listrik PLN juga belum terpasang, walau jaringan sudah masuk.
Kondisi seperti itu sudah dipastikan, air dari proyek besar tersebut belum bisa difungsikan dengan baik untuk kebutuhan petani.
"Kami sebagai petani tidak pernah diajak musyawarah soal adanya proyek besar tersebut. Untuk kelanjutannya sistem pembagian air Kami juga tidak faham," ujar seorang petani Sumberjo yang enggan disebut namanya kepada media ini.
Kepala Kampung Kesumadadi Habibullah kepada wartawan mengatakan tidak tahu-menahu adanya proyek Pengeboran irigasi air tanah di desanya.
"Saya tidak tahu om. Saya tidak diberi tahu tentang proyek besar itu, sistemnya bagaimana cara kerjanya juga belum dibicarakan dengan warga Kami. Kami si berterima kasih adanya pembangunan tersebut. Tapi kalau tidak bisa difungsikan dengan baik untuk apa," jelas Habibullah.
Tumirin selaku pemohon bangunan sumur bor irigasi yang juga kelompok tani di Dusun Sumberejo mengakui Kontraktor tidak pernah ke lokasi proyek.
" Saya selaku pemohon sumur bor ke PU dan petani serta pekerja disini. Soal kendala diatas saya tidak tahu pak. Ini proyek besar supaya bisa berfungsi dengan baik untuk ketahanan pangan," ujarnya.
Baik dari pihak kontraktor, Rio dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Burhan yang dihubungi wartawan tidak ada tanggapannya. WA tidak dibalas.
(zen )
Tulis Komentar