Keterangan Gambar : Kantor UPTD Pendidikan Way Pengubuan Lampung Tengah di Tanjungratu (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Way Pengubuan.
Sejumlah guru SDN bersertifikasi di Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah, mengeluhkan iuaran renovasi Kantor UPTD setempat sebesar Rp200 ribu per guru.
Iuran yang diduga berbau Pungli itu disetor para guru kepada Kepala sekolah masing-masing SD. Oleh kepala sekolah kemudian dana pungutan itu diserahkan kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Way Pengubuan.
Pada saat penyerahan uang awal Juli 2025, anehnya kepala sekolah tidak memberikan bukti setoran atau kwitansi pembayaran, sehingga terkesan akal-akalan.
"Saya dan teman-teman mengeluh mas adanya potongan itu. Kalau memang untuk merehap Kantor UPTD ya mana RAB-nya dan mana panitianya," ujar seorang guru yang enggan namanya ditulis.
Menurut para guru di Way Pengubuan umumnya mereka takut jika tidak membayar iuran yang tak berdasar itu.
Para guru minta Kepala sekolah dan K3S transparan dalam pengelolaan uang pungutan.
"Harus jelas perinciannya, dan ada kepanitiaan sehingga ada pertanggungjawaban nya. Jangan asal iuran " ujarnya.
Sementara itu Ketua K3S Kecamatan Way Pengubuan Hadi Prayitno yang dihubungi Mitra TV Lampung.com, via telepon dan WhatsApp-nya tidak ada jawaban.
(tamrin)
Tulis Komentar