Tak Mampu Biayai Kebun, Koperasi Gunung Madu akan Jual Lahan HGU seluas 1.300 Hektar

$rows[judul] Keterangan Gambar : H.Sarjono Koordinator Pembentukan Komite KJGM (Anggota KJGM)

MITRA TV LAMPUNG.COM - Terusannunyai. Koperasi Jasa Gunung Madu (KJGM) di Gunungbatin Ilir, Kecamatan Terusannunyai Lampung Tengah berencana menjual lahan kebun seluas 1.300 hektar.

Penjualan lahan seluas itu dikarenakan adanya peraturan yang menyebutkan pemilik HGU harus mengelola sendiri Hak Guna Usahanya.

Kondisi itu membuat Koperasi tak mampu lagi mengurus biaya perpanjangan HGU yang habis tahun 2031.  

"Peraturan nomor berapa saya gak hafal mas. Tapi ada peraturannya. Habis biaya sekitar Rp11 miliar untuk mengurus perpanjangan seluas 200 hektar. Kalau ribuan hektar sudah berapa biayanya. Koperasi sudah tidak kuat ,"ujar H. Sarjono, koordinator Komite Purnakarya KJGM di Terbanggibesar. 

Menurut H. Sarjono, yang juga anggota Koperasi Jasa Gunung Madu itu, lokasi lahan  yang akan dijual berada di Devisi 6 dan 7 yang dikelilingi areal perusahaan GMP. Diperoleh anggota KJGM antara tahun 1995 - 2000-an. Kini kepemilikan lahan itu berbentuk saham bagi setiap anggota.

Karena berada didalam perusahaan calon pembelinya dipastikan perusahaan Gunung Madu yang sahamnya juga dimiliki grup Cendana .

"Kalau orang lain yang beli pasti tidak mau mas. Karena itu masuk dalam lingkungan perusahaan, "ujar Sarjono.

Ketua Komite Penawaran tanah anggota KJGM adalah mantan  karyawan GMP Ir. H. Gunamarwan.

Komite yang anggotanya beberapa orang akan menentukan harga jual tanah dimaksud kepada GMP. 

" Harga yang kami tawarkan berkisar Rp150 juta per hektare, itu harga wajar," ujar H. Sarjono

Selama ini, selama bertahun-tahun ribuan hektar tanah yang akan dijual itu di sewakan kepada perusahaan GMP dan ditanami tebu.

Koperasi Jasa Gunung Madu kini juga masih memiliki lahan ribuan hektar yang lokasinya diluar lingkungan perusahaan, ditanam kelapa sawit, singkong dan tebu. (Zen Sunarto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)