Terkuak!! Dugaan Anggaran Fiktif Rp 40 Juta Pembelian Puluhan Ribu Bibit di Kampung Poncowati

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bibit Pinang yang Belum Ditanam di Kampung Poncowati (dok)

MITRA TV LAMPUNG.COM  - Terbanggibesar. 

Pembelian puluhan ribu bibit pohon dan ikan yang dianggarkan melalui Dana Desa Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah pada tahun 2023, kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) akhirnya terbongkar.

Terbongkarnya dugaan penyimpangan itu, setelah adanya informasi dari beberapa anggota Pokmaswas yang mengatakan bahwa puluhan ribu bibit yang ditanam, didapat melalui bantuan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Bapedas) Provinsi Lampung.

Namun, setelah ditelusuri bantuan bibit tersebut ternyata dianggarkan melalui Dana Desa (DD) dengan nominal kurang lebih Rp 40 juta.

"Kalau kami taunya puluhan ribu bibit ini, didapat melalui pengajuan proposal. Gak taunya, setelah ditelusuri bibit ini ternyata dianggarkan melalui DD," ucap anggota Pokwamas sembari mewanti-wanti namanya tidak dipublish.

Masih dikatakannya, pada tahun 2023 lalu beberapa kegiatan telah dilaksanakan oleh Pokmaswas diantaranya, penanaman bibit pinang, pisang, alpukat, duren, sirsak, jambu dan bibit ikan serta pelatihan

"Untuk kegiatan penanaman bibit telah selesai dilaksanakan dirumah-rumah warga, saat itu kami taunya bibit dari bantuan, gak tau kalau ternyata ada anggarannya. Beberapa RT yang mengambil bibit itu dari Pokmaswas juga dikenakan biaya pengganti ongkir sebesar Rp. 100 ribu, dan diterima sama pak  (AG) yang mengelola," tambahnya sembari mengingat kegiatan yang telah dilaksanakan.

Mereka menduga, kegiatan lain yang telah dilaksanakan juga berasal dari bantuan bukan pembelian yang dianggarkan melalui DD.

"Masalahnya yang selalu berkoordinasi ke kampung itu pak AG. Informasinya, uang diserahkan langsung dari Bendahara Kampung ke AG, itupun baru terbongkar sekarang setelah ditelusuri lebih lanjut," bebernya.

Sementara itu, saat dihubungi Mitra TV Lampung melalui sambungan telepon selulernya AG sempat mengelak terkait anggaran yang dimaksud. Anggaran tersebut telah diterimanya dari Kampung Poncowati. AG mengaku siap bertanggung jawab.

"Itu untuk bibit pisang kan sudah dilaksanakan, nah yang pinang itu kemaren barengan sama duit pisang terus duit itu saya geletakin sampe berapa bulan dirumah, baru kemaren ditanya sama ketua uang itu kemana? Karena saya lupa naroknya, tapi saya udah bilang akan bertanggungjawab," ujar AG dalam sambungan telepon.

Ditanya terkait asal bibit itu darimana? AG menyebut bibit tersebut berasal dari Bapedas. Anehnya, bibit bantuan itu juga dianggarkan melalui Dana Desa.

"Tadinya duit yang dianggarkan dari DD itu rencana akan dialihkan untuk perawatan. Karena waktu itu belum ada sekretaris dan bendahara, jadi saya yang ngurusin semua bibit sendiri pusing jadinya. Kalau masalah duit ini saya tanggungjawab, cuma saya minta waktu 2 sampe 3 bulan," kata AG.

Terkait, adanya informasi bibit pinang yang dialihkan ke Kampung Bumi Mas dirinya juga mengakui ada ratusan bibit yang ditanam disana, dengan alasan sudah lama belum ditanam dirumah.

"Kalau soal bibit yang dialihkan itu karena sudah lama belum ditanam, kalau disiram pasti nancep gak bisa dipindah, jadi saya koordinasi ke Kakam nanti kalau Kampung Bumi Mas ngambil bibit, bulan 9 yang untuk Kampung Poncowati dikembalikan," bebernya.

Tak sampai situ, dirinya juga menjelaskan bahwa telah memulangkan uang anggaran untuk pelantikan Pokmaswas ke Kampung Poncowati melalui Sekretaris Kampung sebesar Rp 4 juta.

Sementara dugaan uang yang dipotong untuk kegiatan Bunga Kampung dirinya juga menjelaskan, saat itu diminta partisipasinya sekitar Rp 4 jutaan.

"Itukan motong duit pisang kalo gak salah catetan nya ada kok. Jadi bukan menjual bibit pinang ke Kampung Bumi Mas untuk mengembalikan uang yang dipotong untuk Bunga Kampung," pungkasnya.

(tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)