Keterangan Gambar : Empat SPPG di Kecamatan Seputihagung Tutup, Mulai 8 Juni 2026 (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Seputihagung.
Empat Satuan Pemulihan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah, tutup sejak Senin (08/06/26), hingga batas waktu yang belum ditentukan.
SPPG Itu terletak di Kampung Donoarum SPPG 1 dan 2, SPPG Gayau Sakti dan SPPG Simpangagung.
SPPG Simpangagung melayani: 3.425 Penerima manfaat, Donoarum 1: 2.912, Donoarum 2: 3.117 dan Gayausakti: 2.813 penerima manfaat.
Penutupan itu diduga karena SPPG tidak lagi mendapatkan kucuran dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat, menyusul ditangkapnya para petinggi atau bos-bos BGN.
Mitra TV Lampung.Com, yang menyambangi dapur MBG di Simpangagung, Donoarum dan Gayausakti, guna mengkonfirmasi tutupnya SPPG itu tidak menemukan satupun petugas disana. Wartawan melihat SPPG terkunci rapat dari dalam.
Namun seorang warga di RT.RW: 06/03, Dusun 2 bernama Lilik, karyawan SPPG Donoarum 1 (didekati SMKN Seputihagung) mengatakan SPPG tutup karena dananya tidak cair dari pusat, menyusul bos-bos BGN dipenjara.
"Tutup karena duitnya gak cair dari pusat. Itu bos BGN kan di penjara karena korupsi, ya begitu ceritanya" ujar Lilik.
Menurut Lilik dapur MBG yang bermitra dengan Yayasan Sangjaya Cipta Nusantara (SCN)
mulai Senin 08 Juni 2026 tidak lagi melayani ribuan penerima manfaat.
" Tidak ada kegiatan di SPPG sini mas," kata Lilik.
Selain ribuan penerima manfaat tidak lagi menerima pasokan MBG dari sejumlah SPPG di Seputihagung itu, kini ratusan pekerja di disana mulai juru masak, sopir, satpam, kepala dapur menganggur.
Pantauan Mitra TV Lampung.com, meski sejumlah SPPG di Lampung Tengah tutup, namun kini masih banyak pembangunan SPPG baru yang belum jelas kapan beroperasi seperti di Bandarjaya, dan Bandarharapan, Terbanggibesar, Kesumadadi Bekri, Gunungsugih, Gayausakti Seputihagung, dan Bandarmataram.
(dmn)
Tulis Komentar