Keterangan Gambar : Sejumlah Orang Tua Murid Protes SPMB SMAN 1 Terbanggibesar, Dekat Ditolak Jauh Diterima. Padahal Jalur Domisili (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Terbanggibesar
Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri 1 Terbanggibesar, Lampung Tengah, semakin memanas, usai beberapa orangtua siswa mendatangi sekolah pada Sabtu (13/06/26).
Pihak sekolah dinilai tidak objektif dan transparan saat beberapa warga mempertanyakan terkait SPMB yang dinilai janggal. Antara lain adanya 125 siswa yang nilainya tidak transparan. Mereka yang jauh diterima sedangkan yang dekat ditolak, padahal SPMB pakai sistem domisili.
Seperti halnya Sabandi warga Kampung Terbanggibesar, yang rumahnya berjarak 453 meter dari sekolah. Ia mengaku kecewa dengan sistem penerimaan saat ini yang dinilai tidak masuk akal.
"Anak saya mendaftar melalui jalur domisili, dan tidak diterima dengan alasan nilai tes tidak mencukupi hasil tes menunjukkan nilai anak saya 15,3 dengan standar nilai 35,5," ujarnya.

Dirinya juga mengaku, mendapat laporan dari anaknya bahwa pada saat tes hari pertama sesi pertama terdapat gangguan jaringan yang mengakibatkan tidak bisa mengakses sistem.
"Saat tes satu kelas error, ga bisa lompat ke soal berikutnya, terus disuruh refresh sama pengawas. Tak lama bisa lagi, tapi setiap pindah slide satu kelas itu ngerasa lambat perpindahannya," ujar Sabandi menirukan laporan anaknya.
Setelah itu, pada saat mengerjakan soal nomor 31 tidak bisa pindah slide, kemudian pengawas menyuruh untuk keluar dulu terus login lagi. Tapi tetep tidak bisa. Ia lalu di tinggal pengawasnya.
"Yang anehnya setelah di refresh tiba tiba keluar, terus ada bacaan lanjutkan soal terakhir, itu dia pencet-pencet ga bisa, sampe waktunya habis," keluhnya menceritakan kejadian saat tes.
Kini ia mengaku pasrah dan kecewa dengan pihak sekolah, namun dirinya tidak menampik siap mendukung warga lainnya jika dibutuhkan untuk proses laporan.
"Tentunya saya kecewa, rumah saya dekat dengan sekolah tapi anak saya tidak bisa sekolah disitu, apa iya harus memilih sekolah yang jauh dari rumah, jadi untuk apa diadakan sistim domisili kalau warga terdekat saja tidak diterima," pungkasnya dengan nada kesal.
Dirinya berharap pihak sekolah dapat memberikan kebijakan terkait SPMB ini, jika memang semua itu melalui prosedur yang benar kenapa pihak sekolah tidak berani transparan dan membuka nilai hasil tes dipampang, biar jelas," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah terkait hal ini.
(aan putra)
Tulis Komentar