Keterangan Gambar : Way Seputih Terus Digerus oleh Penambang Diduga tak Berizin (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM
-Seputihmataram.
Enam orang yang disebut-sebut warga penambang pasir kuat di Seputihmataram, Lampung Tengah, sehingga tak tersentuh hukum, mereka adalah JAR, GIY, ROZ, BUD, ANT, dan HAR.
Ke- enamnya merupakan warga Seputihmataram. Dengan bebasnya mereka menggerus tambang pasir yang ada di bantaran sungai Way Seputih, akibatnya lahan pertanian juga longsor.
"Setelah dikupas tanah bagian atasnya, semuanya diambil. Pasir dan tanah liat semuanya digerus dimuat ratusan truk," ujar seorang warga disana.
Setiap hari ribuan kubik pasir diangkut menggunakan ratusan mobil ke berbagai daerah: Lampung Tengah, Lampung Utara,Lampung Timur dan Bandarlampung.
Sedangkan tanah liat dijual lokalan untuk membuat batubata atau genting.
Pasir Way Seputih merupakan salah satu hasil tambang terbaik di Lampung.
"Ribuan kubik pasir tiap hari diangkut keberbagai daerah. Kalau tanah liat untuk lokalan dibuat batu-bata atau genteng. Wajar kalau jalan-jalan menuju lokasi rusak," ujarnya seorang warga disana.

Ketua kelompok tani Rejosari Mataram, Jamhari mengatakan sekitar 20 hektar lahan pertanian diwilayahnya terdampak galian pasir. Lahan pertanian itu umumnya ditanami padi, jagung, singkong dan tebu.
Menurutnya jika kondisi ini dibiarkan, maka lahan pertanian yang rusak akan semakin luas.
Awalnya menurut Jamhari lahan pertanian terkikis dari pinggir lalu longsor. Pemilik tanah akhirnya menjual kepada pemilik galian.
"Sebab kalau dibiarkan akan menjadi danau yang dalamnya bisa 15 meter. Makanya berapapun lakunya oleh petani ya dijual," ujarnya.
Ke 60 warga Rejosari Mataram yang menandatangani surat penolakan tambang, meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, menghentikan aksi galian C liar di Seputihmataram yang merusak lingkungan.
Warga juga meminta mereka diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan kerusakan lingkungan.
"Dulu kami takut mas, sekarang kami berani. Semut kalau diinjak-injak ya lama-lama menggigit juga," ujar seorang warga yang enggan ditulis namanya.
(fiko)
Tulis Komentar